Pelatihan “Dig-It-All” Bekali Guru Bahasa dengan Keterampilan Digital untuk Pembelajaran yang Lebih Menyenangkan
Malang, 25 Oktober 2025 — Tim Dosen Sastra Arab Universitas Negeri Malang (UM) melalui program pengabdian masyarakat menggelar pelatihan bertajuk “Dig-It-All: Meningkatkan Kompetensi Fundamental Digital Skills dalam Pembelajaran Bahasa yang Menyenangkan” pada Sabtu (25/10). Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 1 Masjid Dafa Shofia, Wagir, Malang, dan diikuti oleh puluhan guru bahasa dari berbagai sekolah di Kecamatan Wagir.
Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Tim Pengabdian UM dengan SMP Darul Faqih Indonesia sebagai mitra kegiatan. Ketua Tim Pengabdian menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali guru bahasa dengan keterampilan digital dasar agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Sastra UM, yakni Moh. Fery Fauzi, S.Pd., M.Pd.I. dan Dra. Hj. Nur Anisah Ridwan, M.Pd.. Dalam pemaparannya, Fery menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perilaku belajar generasi digital.
“Generasi sekarang ini cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka bisa saja mempelajari materi bab selanjutnya dengan bantuan AI atau platform digital lain. Karena itu, guru harus mampu menyesuaikan desain pembelajaran dengan karakter mereka dan tidak terpaku pada urutan buku teks,” jelasnya.
Ia juga mendorong guru untuk memanfaatkan berbagai media digital kreatif, seperti video pembelajaran, platform interaktif, dan unsur gamifikasi agar pembelajaran terasa lebih hidup.
Sementara itu, Nur Anisah Ridwan menyoroti pentingnya aspek psikologis dalam kegiatan belajar.
“Pembelajaran yang menyenangkan dapat membangun antusiasme dan memori jangka panjang pada siswa. Guru perlu menghadirkan suasana positif agar proses belajar terasa lebih bermakna,” ungkapnya.
Pelatihan ini juga menghadirkan Muhammad Rizal Furqon, S.Pd., Gr., M.Pd., Ketua F-MGMP Bahasa Arab Jawa Timur, yang membawakan materi bertema Deep Learning. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran mendalam tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kepedulian guru terhadap siswanya.
“Guru yang berhasil dalam Deep Learning adalah mereka yang mampu membuat siswa sadar penuh di kelas, gembira, dan mampu menemukan makna kehidupan dari proses belajar,” tuturnya.
Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias mencoba berbagai aplikasi digital untuk menunjang pembelajaran.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong guru-guru agar lebih percaya diri menggunakan teknologi dalam pembelajaran bahasa,” ujar Fery selaku ketua tim pelaksana.
Di akhir kegiatan, peserta diminta mengisi survei kepuasan. Sebagian besar mengaku senang dan memperoleh banyak ide baru untuk menciptakan kelas yang lebih kreatif dan interaktif.
Pelatihan Dig-It-All diharapkan menjadi langkah awal bagi para guru bahasa untuk terus berinovasi dalam pembelajaran berbasis digital. Tim pengabdian berencana melanjutkan kegiatan serupa pada tingkat lanjutan dengan fokus pada pembuatan konten pembelajaran interaktif.