Cerita Rakyat Nusantara Jadi Konten Virtual Reality untuk Belajar Bahasa Arab: Inovasi Dosen Universitas Negeri Malang
Admin - Juli 2025
Cerita rakyat Nusantara (Hikayat Sya'biyyah) ternyata tak hanya sekadar kisah turun-temurun, tetapi juga bisa menjadi jembatan pembelajaran bahasa Arab di era digital. Ide ini digagas oleh Moh. Fery Fauzi, Dosen Departemen Sastra Arab Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, bersama timnya.
Melalui proyek Hikayat Sya’biyyah, berbagai cerita rakyat Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dikemas dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Virtual Reality (VR). Harapannya, generasi muda dapat belajar bahasa Arab sambil mengenal kembali warisan budaya bangsa. Beberapa contoh cerita yang diangkat adalah Asal-Usul Kota Malang, Putri Mandalika, dan Asal-Usul Kota Surabaya.
Asal-Usul Kota Malang bercerita tentang Kerajaan Kanjuruhan yang pernah berdiri di daerah Malang. Konon, nama Malang berasal dari kata “Malangkuto” atau “Malangkuçeçwara”, yang berarti menolak mara bahaya. Nama ini melambangkan keberanian rakyat Malang dalam mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh.
Putri Mandalika adalah legenda dari Lombok tentang seorang putri cantik yang bijak dan dicintai rakyatnya. Untuk menjaga perdamaian di kerajaannya, Putri Mandalika rela mengorbankan diri dengan terjun ke laut. Setiap tahun, peristiwa ini dikenang melalui tradisi Bau Nyale, yaitu menangkap cacing laut yang dipercaya sebagai jelmaan sang putri.

Asal-Usul Kota Surabaya mengisahkan pertempuran legendaris antara Sura (ikan hiu) dan Baya (buaya) yang berebut wilayah kekuasaan. Dari cerita inilah nama Surabaya lahir, yang melambangkan keberanian menghadapi tantangan. Kisah ini hingga kini menjadi identitas Kota Pahlawan.
Lewat Hikayat Sya’biyyah, Moh. Fery Fauzi dan tim ingin membuktikan bahwa belajar bahasa Arab tidak harus kaku dan membosankan. Sebaliknya, pembelajaran bisa dikemas kontekstual, penuh nilai moral, dan dekat dengan kearifan lokal.
Inovasi ini diharapkan bisa memperkenalkan cerita rakyat Indonesia ke dunia Arab sekaligus mendukung literasi lintas budaya generasi muda di era teknologi cerdas.